Insight

Risiko Saat Berinvestasi Properti Apartemen

By September 13, 2021No Comments

Apartemen merupakan salah satu jenis investasi properti yang menawarkan keuntungan menjanjikan. Properti ini banyak diminati terutama bagi kalangan milenial sehingga mudah disewakan. Namun, seiring keuntungannya, berinvestasi pada apartemen juga memiliki risiko kerugian. Simak apa saja risikonya agar Anda bsia mengambil langkah antisipasi yang tepat. 

  1. Biaya pemeliharaan

Saat berinvestasi properti berupa gedung, maka Anda harus menyiapkan dana untuk biaya pemeliharaan. Biaya ini wajib Anda keluarkan secara rutin minimal satu bulan sekali agar apartemen bisa tetap terawat. 

Biasanya biaya pemeliharaan ini digunakan untuk memperbaiki kerusakan barang-barang dalam apartemen hingga mengecat ulang ruangan. Pastikan Anda memiliki pos dana khusus untuk ini agar proses perawatan rutin properti tidak terlewatkan. 

  1. Sulit mencari penyewa

Salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dari investasi apartemen adalah menyewakannya kepada orang lain. Namun mendapatkan penyewa bukanlah perkara gampang. Apalagi biaya sewa apartemen yang tinggi membuat orang berpikir panjang. Belum lagi terdapat tambahan biaya bulanan seperti air, listrik, dan gas yang harus dibayar. 

Agar mendapatkan penyewa, sasar target yang tepat. Anda bahkan bisa menawarkan konsep sewa apartemen harian. Konsep ini bisa menarik minat calon penyewa dari luar kota yang sedang berkunjung sementara waktu dan membutukan tempat tinggal. Jangan lupa untuk melakukan promosi baik melalui media sosial maupun situs pasang iklan. 

  1. Gagal Dibangun

Risiko terbesar dari investasi apartemen adalah batalnya pembangunan. Biasanya sebuah unit apartemen akan ditawarkan developer kepada calon pembeli sebelum proyek pembangunan. Tentu saja pembeli akan mengeluarkan sejumlah uang muka agar mendapatkan unit apartemen yang diinginkan. 

Bila apartemen tidak jadi dibangun, maka sebagai investor Anda akan mengalami kerugian puluhan bahkan ratusan juta. Biasanya pembatalan pembangunan ini terjadi karena ada masalah dengan developer terkait. Karena itu, periksa rekam jejak developer sebelum menyetujui kontrak pembelian. 

  1. Naiknya Bunga KPR 

Sebagian besar pembelian properti di Indonesia memanfaatkan pinjaman KPR bank. Meski sangat membantu, pinjaman bank ini juga memiliki risiko tersendiri. Bila terjadi kenaikan suku bunga, angsuran cicilan kredit yang Anda bayarka setiap bulannya pun ikut naik. Naiknya cicilan ini harus diantisipasi karena bisa menggangu arus kas Anda. 

Investasi apartemen masih tetap menawarkan keuntungan besar. Risiko-risiko diatas masih tetap bisa ditaggulangi secara baik misalnya membeli apartemen di developer terpercaya atau menggunakan KPR cicilan syariah. 

Leave a Reply