Insight

Cara Identifikasi Kebutuhan Pelanggan Secara Mudah

By November 16, 2021No Comments

Ada banyak trik untuk menarik pelanggan agar tetap loyal pada perusahaan. Salah satunya yaitu dengan melakukan identifikasi kebutuhan pelanggan. Ketika kita sudah memahami apa yang mereka butuhkan, maka tidak sulit untuk menarik “hati” mereka.

Berikut akan kami coba jelaskan contoh identifikasi kebutuhan pelanggan untuk Anda coba aplikasikan sendiri.

1. Menggolongkan Kebutuhan Primer dan Sekunder

Silahkan Anda golongkan kebutuhan pelanggan menjadi dua bagian. Yaitu kebutuhan primer dan sekunder mereka. Buatlah kebutuhan primer terlebih dahulu, kemudian Anda akan mudah menyusun kebutuhan sekundernya.

Contoh kebutuhan sekunder yaitu kebutuhan-kebutuhan yang bersifat umum. Sedangkan kebutuhan primer adalah kebutuhan yang bersifat khusus yang harus Anda utamakan.

2. Mengerti Tentang Siapa Pelanggan Anda

Menurut makalah identifikasi kebutuhan pelanggan, mengetahui siapa pelanggan Anda akan membantu untuk memahami mereka. Untuk mengetahuinya maka Anda harus membuat kategori sebagai berikut:

  • Usia customer.
  • Gender.
  • Pendapatan dan pengeluaran customer.
  • Kegiatan rekreasi.
  • Area domisili.
  • Pekerjaan.
Baca Juga :  Investasi Tanpa Modal Wajib Dimulai Sejak Kuliah

Dengan mengetahui siapa target customer Anda, maka tidak sulit untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka.

3. Memahami Cara Customer Berbelanja

Dewasa ini, sistem jual beli tersedia dalam dua opsi, yaitu secara online dan offline. Silahkan pilih sistem yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Jika pelanggan Anda lebih nyaman berbelanja secara online, maka buatlah layanan tersebut menjadi lebih optimal. Baik itu optimal dalam pelayanan, metode pembayaran, hingga pilihan jasa ekspedisi yang cepat dan aman.

4. Mengidentifikasi Spesifikasi Produk atau Jasa

Berikutnya, silahkan Anda lanjutkan dengan mencari spesifikasi produk atau jasa yang customer butuhkan. Pastikan produk atau jasa yang Anda tawarkan benar-benar dibutuhkan oleh para customer.

Produk dan jasa yang Anda tawarkan juga harus lolos uji kelayakan secara teknis. Pertimbangkan juga dari segi harga produk yang Anda tawarkan.

Baca Juga :  3 Alasan Pilih Saham Consumer Goods untuk Investasi

5. Menggambarkan Hasil Identifikasi dan Mengujinya

Semua data yang Anda dapatkan terkait identifikasi, kemudian Anda refleksikan lalu mengujinya. Tujuannya untuk meyakinkan bahwa identifikasi tersebut berjalan dengan semestinya.

Semua identifikasi kebutuhan konsumen dan contohnya bisa Anda aplikasikan pada kegiatan bisnis sehari-hari. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui seberapa jauh tingkat kesuksesannya.

Itulah identifikasi kebutuhan pelanggan yang bisa Anda coba aplikasikan langsung. Bagi Anda yang ingin mendapatkan update newsletter seputar UMKM, investasi, maupun keuangan, silahkan registrasi di xaham.id.

Leave a Reply